{"id":96,"date":"2026-01-28T12:34:39","date_gmt":"2026-01-28T05:34:39","guid":{"rendered":"https:\/\/peradabandunia.id\/?p=96"},"modified":"2026-01-28T12:34:39","modified_gmt":"2026-01-28T05:34:39","slug":"tak-terkejar-tetapi-tak-ada-yang-tertinggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/peradabandunia.id\/?p=96","title":{"rendered":"TAK TERKEJAR TETAPI TAK ADA YANG TERTINGGAL"},"content":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0 KH. Ismail Rasyid Al-Mathrudi<\/p>\n<p>Cetakan: Januari 2026<\/p>\n<p>Penerbit: Yayasan Pilar Peradaban Dunia<\/p>\n<p>Jumlah halaman: xvi + 210 halaman<\/p>\n<p>Jenis cover: Soft cover<\/p>\n<p>Ukuran buku: 15.5 cm x 23 cm<\/p>\n<p>Berat: 200 gram<\/p>\n<p>Setiap manusia adalah musafir yang sedang mencari jalan pulang. Namun tidak semua mampu menemukan arah tanpa bimbingan seorang guru ruhani, yaitu yang dipilih Alloh untuk menuntun hati kembali kepada-Nya. (QS. Al-Kahfi: 17)<\/p>\n<p>Buku ini mengajak kita menyingkap makna perjalanan itu, tentang diri yang lupa akan asalnya, tentang jiwa yang rindu untuk kembali, dan tentang seorang mursyid sejati yang menuntun, mendampingi, dan membersamai kita, bahkan bertanggung jawab dunia dan akhirat. Di tengah bimbingannya, kita diperkenalkan kepada Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul QS., penerus Abah Anom, yang merupakan sosok yang tak terkejar, bukan karena beliau jauh, tetapi karena Alloh sendiri yang meninggikan derajatnya.<\/p>\n<p>Melalui bimbingannya, Thoriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah Ma&#8217;had Suryalaya Sirnarasa sebagai jalan bagi ikhwan yang diperjalankan menjadi pecinta kesucian jiwa. Beliau menegaskan, meski murid tak selalu mengejar langkah sang guru, namun tak ada yang tertinggal. Semua tetap berjalan bersama sesuai level ikhtiar, dalam bimbingan dan kasih sayang beliau.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0 KH. Ismail Rasyid Al-Mathrudi Cetakan: Januari 2026 Penerbit: Yayasan Pilar Peradaban Dunia Jumlah halaman: xvi + 210 halaman Jenis cover: Soft cover Ukuran buku: 15.5 cm x 23 cm Berat: 200 gram Setiap manusia adalah musafir yang sedang mencari jalan pulang. Namun tidak semua mampu menemukan arah tanpa bimbingan\u2026 <a href=\"https:\/\/peradabandunia.id\/?p=96\">Selengkapnya &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":97,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-96","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-maktabah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=96"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98,"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96\/revisions\/98"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/97"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=96"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=96"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=96"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}