{"id":30,"date":"2024-05-31T15:27:04","date_gmt":"2024-05-31T15:27:04","guid":{"rendered":"https:\/\/peradabandunia.id\/?page_id=30"},"modified":"2024-05-31T15:27:04","modified_gmt":"2024-05-31T15:27:04","slug":"tentang-kami","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/peradabandunia.id\/?page_id=30","title":{"rendered":"Tentang Kami"},"content":{"rendered":"<p id=\"E220\" class=\"qowt-stl-ListParagraph x-scope qowt-word-para-2\"><span id=\"E221\" class=\"qowt-font4-SegoeUI\">\u201cBerkarya Karena Khidmah, Bahagia Karena Berkah\u201d<\/span><\/p>\n<p id=\"E223\" class=\"qowt-stl-ListParagraph x-scope qowt-word-para-1\"><span id=\"E224\" class=\"qowt-font4-SegoeUI\">Peradaban Islam mencapai tonggak keemasan selama periode yang dikenal sebagai Zaman Keemasan Islam, yang berlangsung dari abad ke-8 hingga abad ke-14. Pada masa ini, dunia Islam menjadi pusat pengetahuan dan kebudayaan yang menginspirasi banyak perkembangan di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Kota-kota seperti Baghdad, Kairo, dan Cordoba menjadi pusat intelektual, tempat berkumpulnya para cendekiawan dari berbagai latar belakang untuk bertukar ide dan penemuan.<\/span><\/p>\n<p id=\"E226\" class=\"qowt-stl-ListParagraph x-scope qowt-word-para-1\"><span id=\"E227\" class=\"qowt-font4-SegoeUI\">Salah satu tonggak abad keemasan Peradaban Islam adalah adanya ghiroh penerjemahan dan penyerapan ilmu pengetahuan dari berbagai penjuru dunia saat itu. Gaung-gaung peradaban tidak hanya berangkat dari mimbar saja, tetapi berlanjut dalam diskusi-diskusi dan obrolan-obrolan ringan, kemudian ditulis pada lembaran-lembaran kertas sehingga menjadi buku. Gagasan-gagasan yang termaktub dalam buku tersebut menjadi <\/span><span id=\"E228\" class=\"qowt-font4-SegoeUI\">oase<\/span><span id=\"E229\" class=\"qowt-font4-SegoeUI\"> bagi para pembacanya. Kehausan akan ilmu pengetahuan terjawab dengan terbitnya karya-karya perbukuan. <\/span><\/p>\n<p id=\"E231\" class=\"qowt-stl-ListParagraph x-scope qowt-word-para-3\"><span id=\"E232\" class=\"qowt-font4-SegoeUI\">Karya-karya tersebut harus terus bisa dinikmati oleh para pembaca saat ini juga, agar keberlangsungan peradaban tetap berjalan dan terus berkembang. Oleh karena itu sebagai khidmah kami akan melanjutkan untuk mengistiqomahkan penerbitan karya-karya keIslaman dan terlebih pada buku tasawuf dan kethoriqohan, <\/span><span id=\"E233\" class=\"qowt-font4-SegoeUI\">yang <\/span><span id=\"E234\" class=\"qowt-font4-SegoeUI\">bertujuan memperkaya khazanah keislaman untuk kejayaan agama dan negara serta peradaban dunia. <\/span><span id=\"E235\" class=\"qowt-font4-SegoeUI\">Karena Menulis Adalah Kerja Keabadian.<\/span><\/p>\n<p id=\"E237\" class=\"qowt-stl-ListParagraph x-scope qowt-word-para-1\"><span id=\"E238\" class=\"qowt-font4-SegoeUI\">Alamat Redaksi :<\/span><\/p>\n<p id=\"E239\" class=\"qowt-stl-ListParagraph x-scope qowt-word-para-1\"><span id=\"E240\" class=\"qowt-font4-SegoeUI\">Nusaloka Sektor 14.6 Jl. Pam No. 21 Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan<\/span><\/p>\n<p id=\"E241\" class=\"qowt-stl-ListParagraph x-scope qowt-word-para-1\"><span id=\"E242\" class=\"qowt-font4-SegoeUI\">Email: peradabandunia@jagatarsy.sch.id , HP: 0878 4433 3200<\/span><\/p>\n<p id=\"E243\" class=\"x-scope qowt-word-para-1\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cBerkarya Karena Khidmah, Bahagia Karena Berkah\u201d Peradaban Islam mencapai tonggak keemasan selama periode yang dikenal sebagai Zaman Keemasan Islam, yang berlangsung dari abad ke-8 hingga abad ke-14. Pada masa ini, dunia Islam menjadi pusat pengetahuan dan kebudayaan yang menginspirasi banyak perkembangan di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Kota-kota seperti Baghdad, Kairo,\u2026 <a href=\"https:\/\/peradabandunia.id\/?page_id=30\">Selengkapnya &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-30","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/30","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=30"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/30\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31,"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/30\/revisions\/31"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/peradabandunia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=30"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}